fbpx

Reuters Poll: Konsumsi Rumah Tangga Jepang Di Bulan April Terlihat Meningkat Karena Liburan Pengangkatan Kaisar Baru

0

Reuters Poll: Konsumsi Rumah Tangga Jepang Di Bulan April Terlihat MeningkatPengeluaran rumah tangga Jepang diperkirakan telah meningkat untuk bulan kelima berturut-turut pada bulan April, sebuah jajak pendapat Reuters (Reuters Poll) menunjukkan pada hari Jumat, menawarkan beberapa bantuan bagi para pembuat kebijakan yang khawatir tentang dampak dari gesekan perdagangan global pada konsumsi domestik.

Pengeluaran rumah tangga kemungkinan tumbuh 2.6% pada April dari tahun sebelumnya, jajak pendapat 15 ekonom menunjukan naik dari 2.1% pada Maret.

“Belanja konsumen berkinerja buruk pada Januari-Maret tetapi periode liburan panjang tampaknya telah mendukung pengeluaran pada bulan April,” kata Yoshiki Shinke, kepala ekonom dari Dai-ichi Life Research Institute.

“Kami mengharapkan belanja konsumen terutama dalam layanan meningkat pada bulan April dibandingkan dengan bulan sebelumnya.”

Liburan 10 hari Jepang dari akhir April hingga awal Mei untuk merayakan penobatan kaisar baru membantu pengeluaran konsumen untuk layanan terkait perjalanan, kata para analis.

Peningkatan penjualan mobil karena model-model baru juga membantu pengeluaran.

Pemerintah akan merilis data pengeluaran rumah tangga pada pukul 8:30 pagi waktu Jepang pada hari Jumat, 7 Juni (23:30 GMT, 6 Juni).

Pertumbuhan ekonomi Jepang secara tak terduga mengalami percepatan pada Januari-Maret tetapi sebagian besar disebabkan oleh impor yang menurun lebih cepat dari pada ekspor yang mencerminkan lemahnya permintaan domestik.

Gesekan perdagangan AS-China sudah merugikan perekonomian Jepang karena manufaktur Jepang mengandalkan penjualan alat berat dan komponen elektronik kepada perusahaan yang beroperasi di China, yang digunakan untuk membuat barang jadi.

Kecuali kejutan ekonomi besar, pemerintah Jepang berencana untuk menaikkan pajak penjualan menjadi 10% pada Oktober dari 8% saat ini.

Tetapi ketidakpastian ekonomi telah mendukung spekulasi Perdana Menteri Shinzo Abe menunda kenaikan pajak, yang telah ditunda dua kali.

Share.

About Author

Leave A Reply

WhatsApp us