fbpx

Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim Mundur Mendadak Dari Jabatannya

0

Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim mendadak mengundurkan diri dari jabatannya pada Senin (7/1) setelah enam tahun menjabat. Jim merupakan Presiden ke-12 Bank Dunia yang diangkat pada Juli 2012. Saat itu Bank Dunia memilih Kim untuk membantu menyelesaikan masalah kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di negara berkembang. Pria yang lahir di Seol, Korea Selatan ini diangkat untuk menggantikan Robert Zoellick yang masa jabatannya habis. Seorang sumber menyebutkan pengunduran diri Kim sangat mengagetkan karena sangat tiba-tiba sebelum akhir masa jabatan sampai 2022. Pengunduran dirinya akan berlaku mulai 1 Februari.

Selama ini, Kim menghadapi perbedaan dengan pemerintah Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal perubahan iklim dan kebutuhan akan sumber daya pembangunan yang lebih banyak.

Mengutip laman resmi worldbank.org, Selasa (8/1/2019), ini merupakan kali kedua Kim menjabat sebagai Presiden Bank Dunia setelah dia ditunjuk pada September 2016.

Kim yang ditunjuk dua kali oleh Presiden Barack Obama untuk periode lima tahun, terus mendorong pendanaan untuk proyek energi hijau. Kim pun mengurangi dukungan bagi investasi tenaga batubara. Bulan lalu, Bank Dunia menggandakan anggaran untuk memerangi perubahan iklim menjadi US$ 200 miliar dalam lima tahun ke depan.

Periode pertama, Kim mendukung prioritas pembangunan negara miskin untuk keluar dari krisis keuangan. Dia juga memiliki program alternatif fasilitas keuangan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur hingga merelokasi masyarakat yang terdampak perubahan iklim, konflik dan kekerasan.

Sebelum bergabung dengan Bank Dunia, Kim merupakan seorang dokter dan antropolog. Dia saat itu juga menjabat sebagai Presiden Dartmouth College serta menjabat profesor di Harvard Medical School of Public Health.

Dalam surat elektronik kepada karyawan Bank Dunia, Kim menyebutkan bahwa dia akan meninggalkan Bank Dunia untuk bergabung ke perusahaan sektor swasta yang fokus pada investasi infrastruktur di negara berkembang. “Peluang untuk bergabung ke sektor swasta ini tidak terduga, tapi saya telah menyimpulkan bahwa langkah ini akan membawa saya bisa membuat dampak terbesar pada isu global utama seperti perubahan iklim dan defisit infrastruktur di pasar negara berkembang,” ungkap Kim seperti dikutip oleh Reuters.

Kim juga akan bergabung kembali dengan Partners in Health, kelompok advokasi kesehatan yang dia dirikan bersama beberapa kolega 30 tahun lalu.

Kristalina Georgieva pada tahun 2017 menjabat chief executive officer Bank Dunia akan mengisi posisi presiden sementara selepas kepergian Kim. Dua orang yang dekat dengan Kim mengatakan bahwa presiden Bank Dunia ini mundur karena keinginan sendiri dan tidak didesak oleh pemerintahan Trump.

Trump akan memiliki pengaruh kuat dalam menentukan pengganti Kim karena AS memiliki suara mayoritas pada hak pemungutan suara Bank Dunia. Presiden Bank Dunia biasanya adalah warga AS yang dipilih oleh pemerintahan Paman Sam. Tapi, beberapa negara dari 189 negara anggota lembaga keuangan global saat ini bisa menghadirkan kandidat alternatif.

Mark Sobel, mantan direktur eksekutif AS untuk International Monetary Fund (IMF) mengatakan bahwa ada peluang besar munculnya tantangan dari negara emerging market seperti Brasil atau China. “Dunia saat ini curiga dengan pemerintahan Trump, yang memiliki agenda berbeda dengan Bank Dunia. Jika AS mencalonkan seseorang dari garis keras, ini akan menimbulkan reaksi dan antipati,” kata Sobel.

Share.

About Author

Leave A Reply

WhatsApp us