fbpx

Pertumbuhan Zona Euro Tetap Lesu Karena Italia Meluncur Ke Resesi Teknis

0
Pertumbuhan zona euro

Pertumbuhan zona euro

Zona euro gagal meningkatkan momentum pertumbuhannya pada kuartal terakhir tahun 2018 karena salah satu ekonomi besar zona Euro, Italia, meluncur ke dalam resesi sehingga meredam aktivitas di seluruh ekonomi 19 negara.

Banyaknya risiko yang dihadapi oleh Zona Euro, sebagian besar pada paruh kedua tahun 2018, termasuk ketegangan perdagangan, protes anti-pemerintahan “rompi kuning” di Perancis, perlambatan ekonomi China, masalah dalam industri mobil Jerman dan akhirnya, ancaman yang ditimbulkan oleh ketidakpastian yang masih ada di sekitar Brexit.

Sementara kebanyakan para ekonom menepis pelemahan ekonomi yang mulai menunjukkan pada kuartal ketiga bersifat sementara namun angka-angka ekonomi terbaru membuktikan sebaliknya. Dampak dari risiko tersebut menyebabkan tingkat pertumbuhan, baik triwulanan maupun tahunan, turun separuh dari kuartal pertama hingga akhir tahun.

Produk domestik bruto tumbuh 0.2 persen dari kuartal ketiga, ketika ekonomi tumbuh pada kecepatan yang sama. Tingkat pertumbuhan, yang merupakan yang terlemah dalam empat tahun, sesuai dengan perkiraan para ekonom.

Dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, PDB zona euro naik 1.2 persen pada kuartal keempat setelah kenaikan 1.6 persen dalam tiga bulan sebelumnya. Angka pertumbuhan tahunan juga cocok dengan prediksi ekonom.

Untuk tahun penuh 2018, pertumbuhan PDB adalah 1.8 persen, lebih lambat dari 2.4 persen yang dicatat pada tahun 2017. Pertumbuhan rata-rata tahunan adalah yang terlemah sejak 2014, ketika ekonomi tumbuh 1.4 persen.

Pada bulan Desember, Staf ECB memangkas proyeksi pertumbuhan untuk tahun ini menjadi 1.7 persen dari 1.8 persen.

Bank Sentral Eropa menilai bahwa risiko terhadap prospek pertumbuhan Zona Euro telah pindah ke sisi negatifnya, kondisi bisnis akan tetap lamban selama beberapa bulan mendatang. Pernyataan dovish hampir memusnahkan harapan kenaikan suku bunga tahun ini.

“Mengingat kelemahan dalam survei tentang pertumbuhan zona euro pada Januari juga, ada kemungkinan bahwa perkiraan pertumbuhan 2019 akan melihat penurunan yang substansial di bulan Maret ketika proyeksi staf baru dirilis,” kata ekonom ING, Bert Colijn.

“Dengan ini, debat hampir filosofis dalam dewan pemerintahan di mana kita berada dan ke mana kita akan pergi mungkin mengambil belokan yang lebih pesimistis yang akan menyenangkan ‘merpati’.”

Di antara empat besar, Italia sebagai yang ‘sakit’ jatuh ke dalam resesi teknis pada kuartal keempat.

PDB Italia menurun 0.2 persen dari kuartal ketiga, ketika ekonomi berkontraksi 0.1 persen. Ekonom memperkirakan penurunan 0.1 persen.

Negara itu, yang menghadapi sejumlah masalah ekonomi seperti krisis perbankan dan hutang tinggi, menjadi satu-satunya dari empat besar zona euro yang memasuki resesi pada akhir 2018, menghadapi kemunduran pada pemerintah koalisi yang terdiri atas the new right-wing and anti-establishment.

Spanyol terbukti menjadi yang terkuat, mencatat pertumbuhan kuartalan 0.7 persen yang lebih baik dari ekspansi 0.3 persen pada kuartal ketiga. Pertumbuhan didorong oleh ekspor yang kuat dan belanja negara.

Bahkan Perancis, yang menangani protes anti-pemerintah “rompi kuning” pada kuartal keempat, tumbuh 0.3 persen, sama seperti pada kuartal ketiga. Ekonomi berkembang karena dukungan dari perdagangan, sementara permintaan domestik melambat.

Jerman kemungkinan terhindar dari resesi teknis pada kuartal keempat, kementerian ekonomi mengatakan, karena ekonomi tampaknya pulih dari penurunan pada kuartal sebelumnya karena dampak pelemahan dari implementasi uji emisi WLTP di sektor otomotif diperkirakan secara bertahap akan berakhir.

Eurostat juga melaporkan bahwa tingkat pengangguran kawasan euro untuk Desember adalah 7.9 persen, tidak berubah dari November dan sesuai dengan ekspektasi para ekonom.

Baca juga: Kalender Ekonomi

Ikuti juga pelatihan Forex Gratis: Pelatihan Forex

 

Share.

About Author

Leave A Reply

WhatsApp us