BOK Memangkas Suku Bunga Acuannya

Pada hari ini Bank of Korea (BOK) mengumumkan telah memangkas suku bunga acuan hingga ke rekor terendahnya seiring perkiraan mengenai pandemi virus corona yang akan membawa dampak yang lebih buruk bagi ekonomi terbesar keempat di Asia tersebut dibandingkan saat terjadinya krisis keuangan global di tahun 2008 silam.

Dewan Bank Korea memberikan suara bulat untuk memotong tingkat kebijakan suku bunga hingga 25 basis poin menjadi 0.5% yang merupakan tingkat terendahnya sejak bank sentral Korea mengadopsi sistem ini di tahun 1999 dan sesuai dengan perkirakan 12 dari 19 ekonom dalam jajak pendapat Reuters.

Selain itu bank sentral juga menurunkan proyeksi ekonomi 2020 menjadi 0.2% dari perkiraan pertumbuhan 2.1% pada Februari, dan angka tersebut akan menjadi kontraksi terbesar sejak 1998, selama krisis keuangan Asia.

Sementara laju inflasi Korea Selatan di perkirakan sebesar 0.3% di tahun ini, turun dari perkiraan di bulan Februari sebesar 1.0%.

Terkait kebijakan ini, Gubernur Lee Ju-yeol mengatakan bahwa pihak bank sentral siap untuk meningkatkan pembelian obligasi pemerintah guna menyerap hutang publik secara besar-besaran yang diperlukan untuk menutupi biaya stimulus baru.

Dalam konferensi persnya, Lee mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk secara aktif melakukan pembelian obligasi treasury guna menstabilkan pasar jika terjadi peningkatan volatilitas imbal hasil untuk jangka panjang, dan dengan penurunan suku bunga saat ini, maka suku bunga kebijakan sekarang telah sangat dekat dengan batas bawah secara efektif.

Dengan kebijakan tersebut maka mendorong sejumlah analis untuk memperkirakan suklus pelonggaran yang kemungkinan telah mencapai akhirnya, meskipun Gubernur Lee menolak berkomentar saat ditanya apakah memerlukan pelonggaran tambahan lagi atau tidak.

Pemerintah Korea Selatan telah meluncurkan paket stimulus senilai 245 triliun Won ($197.9 milliar) atau sekitar 12.8% dari PDB mereka, untuk memerangi dampak pandemi virus terhadap ekonominya.

Sementara itu pemerintah juga menyiapkan anggaran tambahan ketiga setelah laju ekspor di bulan April mengalami kemerosotoan terburuknya dalam 11 tahun terakhir dan sektor pekerjaan turun dalam lajju tercepatnya sejak 1999 silam.

Bank of Korea sebelumnya telah menjanjikan likuiditas tidak terbatas hingga bulan Juni mendatang, melalui perjanjian pembelian kembali dan mulai memberikan pinjaman kepada perusahaan sekuritas untuk pertama kalinya dalam 70 tahun sejarah BOK.

Bank sentral Korea Selatan bergabung dengan mitra di Amerika Serikat, Australia, Inggris, dan Selandia Baru dalam operasi pembelian obligasi untuk merawat ekonomi agar dapat melalui masa pandemi Covid-19 dengan mulus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp us