HSBC Pangkas Pertumbuhan Ekonomi China Jadi 4.1%

HSBC dilaporkan memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi China kuartal satu tahun ini menjadi hanya 4.1% dari sebelumnya 5.8% menyusul dampak wabah virus corona.

Melansir berita Reuters, HSBC juga menggunting prediksi pertumbuhan China sepanjang 2020 jadi 5.3%, dari sebelumnya 5.8%. Mereka menyebutkan, dampak COVID-19 sudah mulai terasa di sektor pariwisata, perdagangan dan rantai pasokan.

Buntutnya, HSBC menurunkan estimasi pertumbuhan global tahun ini menjadi 2.3% dari 2.5%. Mereka memperkirakan, dampak virus corona terbesar pada kuartal pertama, dengan beberapa perbaikan di kuartal berikutnya.

Tapi, Presiden China Xi Jinping menegaskan kembali bahwa China pasti bisa menekan dampak wabah virus corona lebih luas dan akan mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi.

“China akan berusaha untuk mencapai target pembangunan tahun ini,” kata Xi dalam panggilan telepon dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad seperti dilansir Reuters mengutip laporan media Pemerintah China.

Xi mengatakan bahwa Pemerintah China telah mengambil langkah-langkah tegas untuk mengekang COVID-19 dan terus melakukan terobosan metode pengobatan bagi pasien yang terjangkit virus mematikan tersebut.

“Kami juga akan bisa meminimalkan dampak epidemi, mempertahankan momentum pembangunan ekonomi China, dan berusaha untuk mencapai tujuan dan tugas pembangunan tahun ini,” sebut Xi.

Pembuat kebijakan China sudah menerapkan serangkaian langkah-langkah untuk mendukung ekonomi yang tersentak oleh wabah corona virus, yang bakal berdampak buruk pada pertumbuhan di kuartal pertama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp us