Virus Corona China Merebak Dari Wuhan Hingga Ke Dunia

Wuhan merupakan kota terpadat penduduknya di bagian pusat China daratan yang terkenal sebagai sebutan kota Phoenix versi China, sekarang menjadi pusat penyebaran virus corona yang mirip SARS yang telah membuat ratusan orang sakit dan meninggal beberapa dekade lalu.

Wuhan adalah ibu kota provinsi Hubei, China. Penduduknya berjumlah 11,000,000 jiwa (2018). Ia juga telah memiliki jalur metro yang menghubungkan beberapa tempat di wilayah kota Hankou. Wuhan masa kini merupakan gabungan dari tiga kota yang berdekatan dan terletak di lembah Sungai Yangtze. Wilayah kota Wuchang dan Hanyang merupakan dua kota yang pertama bergabung dan memiliki benteng pertahanan bersama. Kota lain yang kemudian bergabung adalah Hankou. Wuhan memiliki dua lembaga pertanian terkemuka di China yakni: Universitas Pertanian Huazhong dan Lembaga Penelitian Tanaman Minyak dari Akademi Ilmu-ilmu Pertanian China.

Namun Wuhan merupakan kota imigran. Sekitar 9% dari populasi adalah mahasiswa, jauh di atas tingkat 3% untuk Beijing dan Shanghai. Pada 2018, lebih dari 11 juta tinggal di sana menjadikan 25% lebih besar dari New York tetapi hanya 8.8 juta penduduk tetap.

Wuhan berjuang menjaga reputasi sebagai alternatif dari Shenzhen. Dalam rencana lima tahun terbarunya, kota ini menetapkan target mempertahankan 1 juta lulusan perguruan tinggi dengan melonggarkan sistem hukou-nya, setara dengan kartu hijau yang memberikan hak kepada pemegang layanan sosial seperti pendidikan sekolah umum. Sekitar 21 juta pelancong melewati bandara kota pada tahun 2016 dan terminal baru dapat menampung 35 juta per tahun. Masyarakat China menjadi lebih aktif sejak epidemi SARS tahun 2003.

Sebuah kota yang berkembang dengan tingginya volume tenaga kerja migrasi seperti Wuhan tetapi tidak diiringi dengan jasa layanan publik dasar yang baik. Bila dilihat pengeluaran fiskal Wuhan. Anggaran telah banyak mengalir ke sektor panas seperti penelitian teknologi namun pengeluaran untuk kesehatan masyarakat yang stagnan. Sisi lain dengan adanya kebijakan uang ketat untuk pemerintah daerah karena ekonomi melambat terutama setelah pemotongan pajak $ 300 miliar tahun lalu. Akibatnya, birokrat harus membuat keputusan yang sulit antara membagi ke sektor teknologi atau kesehatan masyarakat.

Pada bulan Juni lalu, diberitakan mayoritas penduduk Wuhan mengeluh tentang kebersihan yang buruk di pasar makanan laut tetapi pemerintah kota tidak menanggapi. Sementara Beijing dan Shanghai yang juga menampung banyak migran, kedua kota mengeluarkan lebih banyak untuk sektor kesehatan masyarakat. Populasi di sana dengan rata dibatasi jumlah aliran masuk tenaga kerjanya.

Jutaan yang tinggal di Wuhan yang diduga telah terinfeksi virus corona telah melakukan perjalanan keluar untuk merayakan Tahun Baru Imlek karena semua pasien yang terdeteksi terkena virus setidaknya pernah bepergian ke Wuhan atau bertemu dengan kerabat atau teman yang tinggal di Wuhan. Namun mudik besar-besaran ini menjelang Tahun Baru Imlek membuat pihak berwenang tidak mampu memonitor penyebaran virus secara ketat.

Sebagai catatan, selama musim festival tahun lalu, stasiun kereta api utama kota, yang hanya berjarak satu kilometer (0.62 mil) dari pasar makanan laut tempat wabah dimulai, menampung 5.5 juta penumpang.

Sementara Pemerintahan China menangguhkan semua perjalanan kereta api dan penerbangan dari Wuhan pada hari Kamis, sebenarnya pembatasan sebagian besar perjalanan telah dimulai yakni terjadi karena sekolah-sekolah sudah memulai liburan musim dingin pada 9 Januari lalu.

Virus Corona

Virus corona sendiri adalah keluarga besar virus yang bisa mengakibatkan sakit pernapasan. Familinya termasuk SARS dan MERS yang bisa berdampak parah. Termasuk pula virus sejenis yang dampaknya lebih ringan seperti flu biasa. Virus yang pertama kali teridentifikasi di Wuhan ini telah menyebar ke Beijing dan Shanghai. Kasus-kasus orang terinfeksi virus ini juga sudah dideteksi di luar China, seperti di Korea Selatan, Thailand dan Jepang. Virus corona dapat menyebabkan gejala mulai dari demam ringan yang dapat berujung pada kematian.

Di tengah kondisi ini semua, pemerintah China tetap meyakinkan masyarakat bahwa virus itu “masih dapat dicegah dan dikendalikan.” Komisi Kesehatan Nasional China memastikan mereka akan meningkatkan pengawasan super ketat selama liburan Imlek.

Virus corona ini, yang juga dikenal dengan sebutan 2019-nCoV, diketahui sebagai jalur baru virus corona yang sebelumnya tidak diidentifikasi pada manusia.

Para pejabat China meyakini virus itu berasal dari hewan yang terinfeksi di pasar hasil laut dan hewan liar di Wuhan. Namun para pejabat dan ilmuwan masih belum dapat memastikan bagaimana virus ini menyebar luas ke manusia.

WHO memberi arahan kepada masyarakat dunia agar menghindari kontak “tak terlindung” dengan hewan hidup yang liar, memasak daging dan telur harus sampai matang, dan menghindari sentuhan langsung dengan orang yang memiliki gejala demam atau seperti flu.

Tanda-tanda seseorang sudah tertular mencakup gejala pernapasan, demam, batuk, napas pendek dan kesulitan bernapas.

Kantor Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di China mengatakan berdasarkan analisa sementara bahwa virus itu berasal dari hewan yang terinfeksi dan tidak menyebar antar manusia yang dianggap berguna dan membantu pihak berwenang membuat rencana penanganan wabah secara tepat dan cepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp us