Uni Eropa Akan Bersikap Tegas Dalam Menghadapi China Terkait Kesepakatan Dagang UE-China

Uni Eropa Akan Bersikap Tegas Dalam Menghadapi China Terkait Kesepakatan Dagang UE-ChinaPerdana Menteri China Li Keqiang dan para pemimpin lembaga Uni Eropa bertemu di Brussel pada hari Selasa untuk KTT tahunan Uni Eropa-China yang akan dibayangi oleh perbedaan perdagangan dan investasi.

Setelah bertahun-tahun menawarkan akses gratis ke pasarnya, Uni Eropa mengatakan bahwa telah kehilangan kesabaran dengan Beijing atas langkah reformasi liberalisasi. Ini juga memiliki kekhawatiran yang berkembang atas dominasi perusahaan-perusahaan China yang dipimpin oleh negara terhadap beberapa pasar UE dan akuisisi industri strategis.

Seperti Amerika Serikat, banyak negara Uni Eropa ingin menindak subsidi industri dan transfer teknologi paksa meskipun lebih suka dialog dari pada perang perdagangan seperti yang dimulai oleh Washington.

Komisi Eropa menetapkan rencana tindakan 10 poin bulan lalu, melihat ruang lingkup untuk kerja sama yang lebih besar di bidang-bidang seperti perubahan iklim tetapi menuntut timbal balik yang lebih besar, seperti akses untuk perusahaan UE ke tender publik Cina.

“Narasi lama benar-benar usang,” kata Wakil Presiden Komisi Jyrki Katainen kepada Reuters.

Beijing dan Brussels telah bergulat selama berminggu-minggu atas teks deklarasi bersama yang akan disajikan sebagai buah dari pertemuan puncak hri Selasa antara Presiden Li dan Presiden Komisi Jean-Claude Juncker dan ketua Dewan Eropa Donald Tusk.

“China bertujuan untuk memiliki KTT yang baik, sedangkan kami bertujuan untuk memiliki KTT yang bermakna, dengan hasil yang bermakna,” kata Peter Berz, penjabat direktur Asia di bagian perdagangan Komisi kepada Parlemen Eropa pekan lalu.

Para diplomat UE mengatakan pada hari Senin bahwa para negosiator telah membuat beberapa kemajuan, tetapi masih kekurangan naskah yang disepakati. Pembicaraan akan berlanjut sampai puncak, yang akan dimulai pukul 1 malam. (1100 GMT).

China menunjuk pada undang-undang investasi asing baru yang mulai berlaku pada awal tahun 2020. Ini mencakup ketentuan untuk melarang transfer teknologi paksa dan memastikan perusahaan asing memiliki akses ke tender publik.

Para pejabat Uni Eropa mengatakan bahwa undang-undang itu kurang detail dan mempertanyakan seberapa efektifnya dalam melindungi perusahaan asing.

Li menulis dalam sebuah surat kabar Jerman pada hari Senin bahwa China ingin bekerja dengan Uni Eropa dalam masalah-masalah termasuk perdagangan dan membantah Beijing sedang mencoba untuk memecah blok dengan berinvestasi di negara-negara Eropa timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp us