PM May Minta Uni Eropa Untuk Menunda Pelaksanaan Brexit

PM May Minta Uni Eropa Untuk Menunda Pelaksanaan BrexitPerdana Menteri Inggris Theresa May meminta penundaan waktu dari para pemimpin Eropa untuk pemisahan diri dari Uni Eropa. Namun, penundaan pelaksanaan Brexit yang diminta May diklaim tidak akan berlangsung waktu lama.

Dikutib berita dari CNN, sumber di kantor perdana menteri menyebut PM May hanya akan meminta perpanjangan waktu untuk mengurus proses meninggalkan Uni Eropa.

Padahal baru minggu lalu Perdana Menteri Inggris ini mengatakan bahwa perpanjangan waktu akan lebih lama diperlukan jika anggota parlemen gagal menyatukan suara untuk mendukung kesepakatan Brexit yang dia rancang. Downing Street percaya bahwa prospek penundaan yang lama justru akan memaksa anggota parlemen yang memberontak.

Tetapi media Inggris melaporkan bahwa anggota parlemen marah atas saran PM May yang menunda pelaksanaan Brexit sampai dua tahun lagi.

Namun kantor perdana menteri pada hari Rabu mengindikasikan bahwa PM May telah mengurungkan niat tersebut. “Perdana menteri tidak akan meminta perpanjangan waktu,” kata sumber itu. “Ada kondisi untuk memberi parlemen lebih banyak waktu untuk menyetujui jalan ke depan, tetapi orang-orang di negara ini telah menunggu hampir tiga tahun,” lanjutnya.

Perdana Menteri May diberitakan akan bertemu dengan para pemimpin UE pada hari Kamis di Brussels. Dia akan mengajukan permintaan resmi untuk perpanjangan Pasal 50 yakni terkait proses hukum untuk Inggris dalam meninggalkan zona Eropa setelah parlemen dua kali menolak rancangannya.

Sementara itu, Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker mengangkat prospek bahwa para pemimpin negara Eropa mungkin terpaksa menunda keputusan resmi atas permintaan PM May untuk perpanjangan KTT minggu depan.

“Kami mungkin harus bertemu lagi pada minggu depan, karena PM May belum mendapat persetujuan untuk apa pun dari kabinetnya maupun parlemennya,” kata Jean-Claude Juncker.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp us