Kongres AS Menyetujui Draft Paket Bantuan $ 900 Milliar

Para pemimpin Kongres AS telah mencapai kesepakatan mengenai paket bantuan baru senilai $ 900 milliar bagi ekonomi dan individu untuk beberapa bulan kedepan, yang terkena dampak pandemi virus. Selanjutnya akan melakukan pemungutan suara pada hari Senin waktu AS nanti malam.

Paket bantuan tersebut akan menjadi stimulus ekonomi terbesar kedua dalam sejarah AS, setelah RUU bantuan senilai $ 2.3 triliun telah disahkan pada Maret lalu, saat terjadi pandemi dalam laju yang cepat dan menginfeksi lebih dari 214 ribu warga AS dalam per hari sehingga lebih dari 317 ribu warga AS meninggal dunia akibat infeksi virus tersebut.

Pemimpin Mayoritas Senat dari Partai Republik Mitch McConnell mengatakan bahwa pada akhirnya pihaknya memiliki terobosan bipartisan yang dibutuhkan AS setelah mengalami perdebatan yang sengit selama berbulan-bulan lamanya.

Para pemimpin Republik dan Demokrat mengatakan paket itu harus memiliki dukungan yang cukup untuk lolos dari dua dewan kongres AS, setelah juru bicara Gedung Putih Ben Williamson mengatakan bahwa Presiden Donald Trump telah memberikan dukungan terhadap RUU tersebut dan akan menandatanganinya menjadi undang-undang.

Kebijakan paket bantuan tersebut akan memberikan pembayaran langsung senilai $ 600 kepada setiap individu dan meningkatkan pembayaran pengangguran hingga sebesar $ 300 setiap minggunya.

Dalam paket tersebut juga mencakup bantuan hingga milliaran dollar untuk usaha kecil, bantuan makanan, distribusi vaksin, transit dan perawatan kesehatan serta memperpanjang moratorium penyitaan dan memberikan bantuan sewa hingga senilai $ 25 milliar.

Saat konferensi persnya Pemimpin Senat dari Partai Demokrta Chuck Schumer mengatakan bahwa siapapun yang berpikir bahwa RUU ini telah mencukupi, pada dasarnya tidak mengetahui apa yang tengah terjadi di AS, untuk itu dirinya akan mendorong lebih banyak bantuan setelah Joe Biden sebagai presiden terpilih dari Partai Demokrat resmi menjabat pada 20 Januari mendatang.

Lebih lanjut Schumer juga menyampaikan bahwa paket tersebut juga akan membantu pemerintah negara bagian dan lokal secara tidak langsung dengan menyediakan miliaran untuk sekolah, pengujian virus korona, dan biaya lainnya.

Anggota parlemen AS mengatakan bahwa mereka telah mampu menyelesaikan perselisihan mengenai otoritas pinjaman dalam kondisi pandemi dari Federal Reserve serta masalah lainnya yang memaksa terjadinya negosiasi hingga akhir pekan lalu.

Pemimpin Partai Demokrat Steny Hoyer menilai bahwa Dewan Perwakilan Rakyat yang dipimpin oleh Partai Demokrat kemungkinan akan memberikan suara terhadap paket bantuan tersebut di hari ini, sementara Senat yang dikendalikan oleh Partai Republik akan menyusul untuk memberikan suaranya.

RUU bantuan meninggalkan dua elemen paling kontroversial dalam negosiasi, yaitu perlindungan hukum untuk bisnis dari tuntutan hukum virus corona, yang telah dicari oleh Partai Republik, dan bantuan substansial untuk pemerintah negara bagian dan lokal yang diadvokasi oleh Demokrat.

Disebutkan pula bahwa dalam RUU tersebut memungkinkan program pinjaman darurat dari Federal Reserve bagi sektor bisnis dan pemerintah negara bagian dan loka yang akan berakhir pada 31 Desember mendatang, yang menurut Partai Republik adalah campur tangan pemerintah yang tidak perlu dalam bisnis swasta namun mereka tidak mencegah dibuatnya program seperti itu.

Pandemi yang telah berlangsung selama setahun ini dinilai akan menjadi krisis terbesar yang dihadapi oleh pemerintahan baru Joe Biden, meskipun sejumlah tanda-tanda harapan telah bermunculan saat pemerintah AS telah mulai melakukan vaksinasi warganya untuk melawan penyakit pernapasan yang sangat menular tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp us