Dampak Pandemi Corona, Fitch Pangkas Pertumbuhan Ekonomi Global

Pandemi corona tidak hanya memakan banyak korban. Fitch Ratings menyatakan bahwa pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) global dalam triwulan terakhir menurun.

“Tingkat PDB dunia turun. Kita berada di wilayah resesi global,” kata Brian Coulton, kepala ekonom dari Fitch Ratings dalam rilis an hari Jumat.

Fitch mengurangi hampir separuh dari perkiraan dasar Global Economic Outlook untuk tahun 2020 menjadi hanya 1.3% dari 2.5% pada proyeksi pertumbuhan global pada Desember 2019.

Revisi ini membuat PDB global 2020 AS$ 850 miliar lebih rendah dari perkiraan sebelumnya. Dalam riset Fitch yang dirilis pada Jumat menyebutkan bahwa penurunan pertumbuhan global bisa dengan mudah dapat dilihat dari langkah yang dilakukan oleh negara G7.

Respons kebijakan makro darurat ini murni untuk membantu agar efek buruk dari ekonomi pada tahap ini bisa membantu mengamankan V-shape di semester II tahun ini. Meskipun bisa diasumsikan krisis kesehatan sudah mereda.

Sejumlah negara memang sudah melakukan tindakan makro seperti pemotongan suku bunga yang agresif, suntikan likuiditas bank sentral, pelonggaran makro prudensial dan penciptaan fasilitas pendukung kredit. Paket pelonggaran fiskal skala besar dan pembukaan skema jaminan kredit berdaulat seratus miliar dollar untuk membantu sektor swasta akibat guncangan krisis kesehatan.

“Pelonggaran kebijakan harus membantu PDB menormalkan dan pulih dengan cepat pada paruh kedua tahun ini dengan asumsi bahwa krisis kesehatan mereda,” kata Coulton. Namun ketidakpastian sangat besar.

Guncangan terhadap ekonomi China akan sangat parah. PDB cenderung turun lebih dari 5% (tidak tahunan) di kuartal I tahun 2020 dan turun 1% dari tahun ke tahun. Jatuhnya PDB di China hampir tidak pernah terjadi sebelumnya dan dalam waktu dekat setidaknya, angka-angka ini terlihat lebih buruk dari pada sebagian besar skenario hard landing hipotetis sebelumnya.

Berita baiknya adalah jumlah harian kasus COVID-19 baru di China telah turun tajam dan bisa membuka jalan bagi pemulihan ekonomi yang sudah mulai melandai sejak kuartal II tahun 2019. Indikator frekuensi yang sudah naik dimulai pada bulan Maret.

Namun demikian, dampak tertunda dari gangguan rantai pasokan dan permintaan China yang lebih rendah pada negara-negara lain akan terus dirasakan secara mendalam untuk beberapa waktu, terutama di negara Asia dan zona Eropa lainnya.

Selain itu, penyebaran virus di luar China telah mendorong penurunan tajam perjalanan dan pariwisata, pembatalan acara bisnis dan liburan di seluruh dunia ketika gerakan social distancing. Beberapa negara maju besar lainnya – terutama Italia dan Spanyol (baru-baru ini di Perancis) telah terlibat dalam respons agresif mirip dengan China. Negara-negara ini PDB cenderung menurun dan sangat besar dalam beberapa bulan mendatang.

Gangguan ekonomi ini menurut Fitch jauh lebih besar dari efek konflik militer, bencana alam atau krisis keuangan. Meskipun ada ketidakpastian besar, penurunan PDB triwulanan akan menjadi 3% dari 5% (tidak tahunan).

Meski begitu, Fitch berharap, pemulihan di China telah terjadi di kuartal II tahun 2020. Sehingga pertumbuhan China 3.7% untuk tahun ini secara keseluruhan. Angka ini anjlok dari 6.1% pada tahun 2019. Fitch memperkirakan PDB Italia akan turun 2% tahun ini dan PDB Spanyol hampir 1%.

Sementara pertumbuhan ekonomi zona Euro menjadi minus 0.4% tahun ini. Pertumbuhan ekonomi AS 1% pada tahun 2020 jauh lebih rendah dibandingkan sebelum ada virus 2%. PDB AS diperkirakan turun sebesar 0.5% (atau 2% tahunan) di kuartal II tahun 2020.

Efek secara global, Fitch menyebut, pertumbuhan global turun menjadi 1.3% pada 2020 dari 2.7% pada 2019. Brian Coulton menjelaskan, angka ini sangat lemah dari pada penurunan global pada awal 1990-an dan pada 2001.

Risiko tinggi meningkat pada negara ekonomi utama berarti bahwa peluang penurunan akan sangat besar. “Varian downside ke prakiraan garis dasar kami menunjukkan PDB global turun tahun ini sama seperti kejadian yang sangat langka pada periode pasca perang,” kata Coulton. PDB Eropa diperkirakan turun lebih dari 1.5%, PDB AS turun hampir 1% dan pertumbuhan China merosot ke lebih dari 2 %.

Fitch juga memangkas perkiraan harga minyak menjadi US$ 41 per barel (Brent) untuk tahun 2020 (rata-rata tahunan) dari US$ 62.5 per barel dengan asumsi outlook di Desember 2019.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp us