Arab Saudi Mewaspadai Respon Lambat Yang Merugikan Ketika Virus Mulai Masuk Ke Sektor Minyak

Mengutip sumber-sumber yang dekat dengan pemikiran Arab Saudi, Reuters melaporkan bahwa Kerajaan mendesak OPEC dan sekutunya (OPEC) untuk dengan cepat mencapai kesepakatan mengenai pemangkasan produksi minyak untuk merespons secara tepat waktu terhadap dampak negatif virus corona China terhadap permintaan minyak global.

Sumber tersebut mengatakan bahwa Riyadh melihat dampak potensial yang lebih besar pada permintaan minyak saat ini dari pada epidemi Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) tahun 2002-03 karena peran China yang sekarang jauh lebih besar dalam ekonomi global.

Salah satu sumber OPEC mengatakan Riyadh ingin pemangkasan pasokan cepat meletakkan dasar di bawah harga.

“Saudi ingin menjadi proaktif dan menjaga harga minyak di $60 per barel atau di atasnya,” sumber menambahkan.

Salah satu sumber mengatakan “Ini adalah tentang mengambil tindakan pencegahan terhadap ketidakpastian di masa depan … ini adalah tentang pelajaran dari masa lalu.”

Sumber mengatakan bahwa panel teknis juga merekomendasikan kesepakatan ini diperpanjang hingga akhir 2020.

Ini muncul saat OPEC+ menunggu keputusan Rusia tentang proposal pemangkasan output. Pada hari Selasa, Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan bahwa mereka sedang mempelajari rekomendasi komite teknis OPEC+ terlebih dahulu.

Kedua tolok ukur minyak mentah menunggangi gelombang risk-on, didorong oleh memudarnya kekhawatiran virus corona. WTI terlihat sempat naik 1.50% ke 50.64 sementara Brent naik 2% di atas $55 pada perdagangan hari Selasa kemarin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp us