Masa Depan Ekonomi Hong Kong Diliputi Ketidakjelasan

Pertumbuhan yang menyusut, makin banyaknya warga yang kehilangan pekerjaan dan pelaku industri yang memindahkan kegiatan bisnis ke luar semakin menekan ekonomi Hong Kong.

Bahkan, sejumlah pemimpin Hong Kong menyebut kerusuhan sosial ditambah efek perang dagang antara Amerika Serikat dengan China telah membuat Hong Kong harus menghadapi masa depan yang tidak jelas.

Dilansir dari South China Morning Post (SCMP), ketua Dewan Eksekutif Hong Kong, Bernard Chan mengatakan bahwa bahwa masalah geopolitik yang kompleks, termasuk pemilihan presiden pada bulan depan di Taiwan, akan memengaruhi masa depan ekonomi Hong Kong.

Sementara Menteri Perdagangan dan Pengembangan Ekonomi Edward Yau Tang-wah mengatakan bahwa dia bisa melihat dua bencana yang menghantam kota ini dalam kerusuhan dan perang dagang di luar negeri.

Gabungan dua bencana ini telah menggerus PDB Hong Kong hingga 3%. “Kami dalam kondisi yang buruk, tapi ini bukan akhir dunia,” kata Yau.

“Bisa dikatakan kita belum keluar dari hutan. Saya dapat melihat dua bencana ini menghantam kita. Tapi kita perlu mengatasinya sendiri, baik pemerintah Hong Kong dan masyarakat luas,” katanya.

Protes anti-pemerintah yang melanda kota itu sejak Juni, dikombinasikan dengan perang dagang dan berlakunya Undang-Undang Hak Asasi Manusia dan Demokrasi Hong Kong di Washington pada bulan November telah menciptakan perasaan tidak nyaman yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Presiden China Xi Jinping menyebut situasi ini paling kritis dan rumit sejak Hong Kong kembali ke kedaulatan China pada tahun 1997.

Ketika Kepala Eksekutif Carrie Lam Cheng Yuet-ngor melakukan perjalanan ke Beijing untuk kunjungan tugas tahunannya pekan lalu, Perdana Menteri China Xi Keqiang mengatakan kepadanya bahwa dia harus menghentikan protes kekerasan dan menangani konflik dan masalah yang mengakar dalam pembangunan sosial-ekonomi kota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp us