Emas Masih Bertahan Dilevel Tertinggi Dalam 6 Tahun

Emas masih menguat pada hari Selasa, berkonsolidasi mendekati level tertinggi dalam lebih dari enam tahun seiring perang perdagangan AS-China yang semakin intensif mengancam pertumbuhan ekonomi global.

“Ada banyak ketidakpastian dalam hal pertumbuhan ekonomi terutama terkait dengan friksi perdagangan AS-China. Mengingat peningkatan volatilitas di AS dan pasar saham global, emas menerima dukungan sebagai akibatnya,” kata Jeff Klearman, manajer portofolio dari GraniteShares.

Asset beresiko pulih karena China mempertahankan yuan pada hari yang ketat setelah membiarkannya melemah melewati 7 terhadap dollar. Ini membuat Amerika Serikat menyebut Beijing sebagai manipulator mata uang, keputusan yang menurut bank sentral China akan “sangat merusak tatanan keuangan internasional dan menyebabkan kekacauan di pasar keuangan”.

Bank Wall Street yang berpengaruh seperti Goldman Sachs, mengatakan pihaknya tidak lagi mengharapkan Washington dan Beijing menyetujui gencatan senjata untuk mengakhiri sengketa perdagangan berkepanjangan mereka sebelum pemilihan Presiden November 2020.

“Banyak pengamat pasar sekarang memperhitungkan perang dagang AS-China yang tergeser naik akan mendorong Federal Reserve untuk segera menurunkan suku bunga AS lagi,” Jim Wyckoff, analis senior Kitco Metals, menulis dalam sebuah catatan.

Saat penulisan ini pergerakan harga emas terlihat mengalami pergerakan naik di pagi hari sesi Asia setelah semalam hari Selasa mengalami pergerakan koreksi turun lalu rebound jelang awal sesi perdagangan AS.

Secara teknikal, level resistance terdekat emas terlihat berada di 1505.5. Untuk level support berada pada 1460.5.

Untuk strategi trading berdasarkan analisa teknikal hari ini, posisi BUY berada di 1491.5-1492.5 dengan target $5-$10 dan posisi SELL berada di 1485.5-1486.5 dengan target $5-$10.

Baca juga: Kalender Ekonomi

Ikuti juga pelatihan Forex Gratis: Pelatihan Forex



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp us