Korea Selatan Minta Jepang Cabut Pembatasan Ekspor Teknologi Tinggi

Jepang mendorong kembali pada hari Selasa terhadap seruan dari Korea Selatan untuk membatalkan pembatasan ekspor teknologi tinggi ke negara tetangganya di Asia ketika pertikaian diplomatik mengenai tenaga kerja paksa di masa perang.

Perselisihan itu mengancam akan mengganggu pasokan global chip memori dan smartphone Korea Selatan, dengan Samsung Electronics (KS:005930) dan SK Hynix (KS:000660) yang kemungkinan akan terpengaruh.

Akibatnya raksasa teknologi Korea Selatan yakni Samsung Electronics Co dan SK Hynix Inc bisa menghadapi penundaan pengiriman kepada para kliennya.

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengatakan bahwa Korea Selatan tak bisa mengesampingkan opsi tindakan balasan jika tindakan Jepang itu menimbulkan kerugian pada perusahaan-perusahaan asal Korea Selatan, meskipun Moon mengaku ingin menghindarinya.

“Lingkaran setan dalam bentuk tindakan balasan sama sekali tidak diinginkan oleh kedua negara,” kata Moon.

Meski begitu, Korea Selatan berencana untuk mengajukan keluhan kepada Organisasi Perdagangan Dunia alias WTO mengenai pembatasan ekspor oleh Jepang.

Selain itu Moon mengatakan pihaknya akan memprioritaskan pengembangan peralatan dan bahan berteknologi tinggi yang dikembangkan negaranya sendiri serta mengurangi defisit perdagangan dengan Jepang dalam jangka panjang.

Perselisihan antara kedua sekutu AS ini berkobar sejak Oktober lalu ketika Mahkamah Agung Korea Selatan memutuskan bahwa Nippon Steel Jepang harus memberikan kompensasi kepada Korea Selatan untuk kerja paksa selama Perang Dunia II.

Jepang sendiri menyatakan bahwa masalah kerja paksa sepenuhnya diselesaikan pada tahun 1965 ketika kedua negara memulihkan hubungan diplomatik.

Jepang sama sekali tidak berpikir untuk menarik pembatasan dan mereka tidak melanggar aturan Organisasi Perdagangan Dunia, Menteri Perindustrian Hiroshige Seko mengatakan.

“Apakah Jepang menerapkan langkah-langkah tambahan tergantung pada tanggapan Korea Selatan sendiri,” katanya dalam konferensi pers setelah pertemuan kabinet.

Seperti diberitakan oleh Reuters, dalam pernyataan publik pertamanya tentang pembatasan ekspor ke Korea Selatan oleh Jepang. Jepang sendiri memperketat pembatasan ekspor bahan baku produk berteknologi tinggi ke Korea Selatan sehubungan dengan perselisihan tentang kompensasi untuk tenaga kerja paksa pada masa Perang Dunia II.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp us